Pengasuhan Taruna Akpol dengan internet.

Standar

Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika serikat sehingga keterkaitan antara internet dan bidang pendidikan bukan hal yang aneh (Budi Rahardjo).Tugas di lembaga pendidikan sebagai pengasuh Taruna Akpol  sangatlah bermakna karena kami ditugaskan untuk membentuk dasar pondasi terhadap Taruna untuk mempersiapkan mereka menjadi perwira yang akan bertugas untuk melayani dan melindungi masyarakat .Di era keterbukaan Informasi Publik sekarang  melalui media internet (blog,situs web) ,Masyarakat saat ini bisa mengontrol perilaku dan kinerja polisi ,melalui media inilah pengasuh bisa  memberikan gambaran tentang situasi yang akan dihadapi oleh taruna saat akan menjadi perwira sesuai  keinginan masyarakat yang relevan dengan kondisi sekarang .Kecendrungan internet adalah berhubungan dengan bisnis ,hiburan dan berita yang diinginkan oleh pengguna.Di indonesia sudah banyak lembaga pendidikan dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi yang menggunakan manfaat internet untuk pendidikan .Tulisan ini saya buat untuk berbagi tentang manfaat internet untuk pendidikan di akademi kepolisian bagi taruna AKPOL.Sebagai pengasuh taruna AKPOL sebanyak 314 taruna tingkat 4 detasemen 43 saya berusaha membiasakan taruna saya untuk menggunakan internet sebagai: Lanjutkan membaca

Ngeblog untuk berkaca terhadap diri sendiri.

Standar

Berani Menertawakan diri sendiri adalah awal menuju Bijaksana.( Dr Chrysnanda DL my inspiration )

kucing-berkacaKata mutiara di atas dari dosen juga senior saya di PTIK yang sekarang menjabat DIRLANTAS  Polda RIAU yang dikenal sebagai “penjaga gawang moral Polisi”sangat menginspirasi saya  ,Sebagai pemula (newbie) dalam ngeblog ada hikmah yang didapat oleh penulis yang baru bertugas (rookie istilah polisi baru di amerika)  selama 8 tahun sebagai Bhayangkara .Dari beberapa tulisan mengenai Bhayangkara ada komentar positif dan negatif mengenai Bhayangkara seperti tulisan “tips menghadapi tilang” ada komen mengenai Polisi yang menilang gara tutup pentil ,polisi nakal dan bnyak lagi  tindakan kesewenag-wenangan bhayangkara yang menyakiti hati masyarakat .Komentar yang ditulis adalah ungkapan kedongkolan dan ketidakpercayaan .Itulah cermin  dari perasaan  masyarakat melihat kinerja dan keberadaan Bhayangkara Indonesia ,ada yang menghargai karena Prestasinya dalam menumpas Terorisme seperti penembakan Gembong teroris Azhari ,lalu Berita beberapa  hari  terakhir ini di SukoHarjo ,Pengungkapan Narkoba ,tetapi ada yang selalu mengkritik dengan selalu dongkol karena penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Bhayangkara yang brengsek bahkan sering melanggar hukum seperti seorang polisi yang tidak menggunakan helm saat mengendarai motor ,atau ditilang di tempat seperti prit gocap  atau istilah populernya 86 (aman )oleh Polantas .

Ngeblog mengenai bhayangkara  banyak mendapat beberapa komentar kritik atau masukan dari pembacanya adalah refleksi atau renungan bagi penulis mengingat nasihat dari tokoh spritual Anthony de Mello dari India yang mengatakan ,”kita sejak kecil telah kecanduan pujian ,terhormat,terkenal ,diterima dan berbagai hal yang menyenangkan .saat kita mendapatkan berbagai pujian rasanya dunia milik kita ,atau saat kita diabaikan ,rasanya ingin memberontak dan sedih ,bahkan hampir tak dapat melakukan hal yang baik atau melihat kebaikan orang lain “,Baik dan buruk  dalam komentar kadang memang subyektif tergantung dari dari persepsinya melihat masalah tergantung dengan pengertian sesuai dengan pengetahuan dan keyakinannya ,Saat ini banyak orang  lebih mengedepankan asumsi bukan fakta itu yang menyebabkan saling menyalahkan dan saling tuding . Dalam ngeBlog bisa melatih seorang Bhayangkara untuk membaca dan menulis yang harus menjadi kebiasaan seorang  Bhayangkara sehingga ,dalam berkomunikasi ,membangun kemitraan,membangun kepercayaan masyarakat ,dapat memanfaatkan wawasan yang luas berkat membaca supaya tidak tertinggal dari perkembangan masyarakat jadinya ga nyambung ,bolot ,ngehang,tidak peka ,arogan .Salah satu cara melatih bhayangkara   supaya bisa peka dan berbagai masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat lewat Blog menanggapi tulisan dan komentar negatif  dari  orang  mengenai Polisi yang isinya ungkapan kedongkolan dan ketidakpercayaan ,karena itu  merupakan apresiasi yang membangun karena rasa cinta kepada Bhayangkara supaya mau belajar dari kesalahan ,mau mengakui kekurangan dan kelemahan supaya berani melakukan Perubahan dan perbaikan sehingga menjadi Bhayangkara yang cocok dan diterima serta mendapat dukungan kepercayaan  oleh masyarakat . Lanjutkan membaca