Terlapor atau tersangka??apalah arti sebuah status panggilan

Standar

Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman membantah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafizh Anshary sudah menyandang status tersangka dalam kasus surat palsu putusan hasil Pileg 2009 untuk Dapil Halmahera Barat, Maluku Utara.”Belum ditetapkan sebagai tersangka, SPDP dikirim ke Kejagung atas laporan polisi Abdul Sukur Mandar, terhadap terlapor ketua KPU,” kata Sutarman dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (10/10/2011). Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Wakil Jaksa Agung Darmono membenarkan penetapan tersangka Abdul Hafiz dalam kasus tersebut. SPDP yang diterima Kejagung bernomor Spdp.No.B/81-DP/VII/2011/Dit.Tipidum. Dia ditetapkan menjadi tersangka pada 15 Agustus lalu..Senin, 10 Oktober 2011 Sumber oke zone

Faktanya adalah “Kejaksaan Agung menerima SPDP dari Mabes Polri. Mengacu pada surat resmi itu, Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Hafiz berstatus tersangka. “Dari SPDP yang kami terima, disebutkan bahwa dia (Abdul Hafiz) tersangka,” kata Jaksa Agung Basrief Arief. Pernyataan Basrief ini mengkonfirmasi pernyataan Wakil Jaksa Agung Dharmono sebelumnya.

Terkait dengan SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan, terkait dengan terlapor. Jelas di sini ada semacan kekurang cermatan. Bahwa di dalam perihal surat itu memang sudah merupakan format yang tidak segera disesuaikan dengan substansi. Di sini sebetulnya letak pertanyaan teman-teman wartawan,” ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Rabu (12/10/2011).Dijelaskannya, dalam surat tersebut dicantumkan perihal kata tersangka atas nama Abdul Hafiz Anshary dan kawan-kawan.”Padahal substansinya berdasarkan laporan dari terlapor AHA dengan empat komisioner. Jadi memang terlapor statusnya yang artinya masih dalam penyelidikan. Terlapor berarti masih dalam proses diselidiki,” kata Ketut.

“KUHAP itu mengatakan SPDP hanya saksi dan tersangka, hanya itu,” kata Nanan di sela-sela acara diskusi “Reformasi Penegakan Hukum” di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Rabu (12/10/2011).Penegasan Wakapolri ini mematahkan pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Ketut Untung Yoga Ana sebelumnya

Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana sedangkan terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang pengadilan (lihat Pasal 1 angka 14 dan angka 15 KUHAP)

Terlapor adalah aparat atau unit kerja pada Lembaga Pengadilan yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, penyimpangan atau pelanggaran perilaku BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI NO. 076/KMA/SK/VI/2009

Tahu

Dalam pelaksanaan teknis istilah terlapor digunakan kod calon tersangka, meskipun ada beberapa keluhan dari terlapor(calon tersangka) kepada penyidik. Mengapa sy bisa jadi tersangka karena pengetahuan hukum sekarang banyak yang mengetahui dan mengerti ditambah penyampaian oleh pengacara sehingga keluhan tentang status tersangka bisa dimengerti.untuk menjadi tersangka sesuai laporan polisi masyarakat dapat menanyakan kepada penyidik apa dasarnya dan suatu kewajiban penyidik memberitahukannya,sesuai hukum penyidik menetapkan seseorang dengan dasar hukum yaitu “bukti permulaan yang cukup” .Kalau masyarakat sudah dipanggil atau diperiksa secara verbal tanpa ada alasan hukum yabg jelas sudah sepantasnya penyidik itu dilaporkan kepada atasan penyidiknya untuk mengkoreksi supaya penyidik dalam menjalani tugasnya sesuai standar operasi baku sesuai peraturan kapolri dan undang-undang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s