Kenangan indah bertugas di pulau Lembeh

Standar

Pulau Lembeh adalah sebutan untuk kecamatan Bitung selatan  ,tempat penulis dipercayakan pertama kali  tugas menjadi  pejabat kapolsek. Sudah empat tahun  belum  bisa kesana lagi, untuk mengenang pada kota  tempat pertama kali saya bertugas sebagai seorang polisi , Selama Empat tahun saya bertugas di kota bitung dari Ka  SPK (sentra pelayanan Kepolisian) dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Dengan  menulis di blog ini salah satu cara untuk mengenang kota Bitung.
Nama Bitung berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh rindang di sepanjang pesisir pantai Bitung. Bitung juga berasal dari kata Balisung yang artinya tempat pengobatan yang mujarab atau negeri sentosa. Dari kedua arti tersebut terdapat kesamaan maksud yaitu kedamaian dan kesejahteraan.Kota Bitung dengan sebutannya sebagai kota multi dimensi  merupakan salah satu pemerintah kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara dengan luas wilayah daratan 304 km2. Sebagian besar wilayah daratan merupakan daerah berombak, berbukit dan gunung.  Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Maluku, sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Likupang dan Kecamatan Dimembe (Kabupaten Minahasa Utara), Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudera Pasifik sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kauditan (Kabupaten Minahasa Utara). Wilayah daratan mempunyai luas 304 km2, secara administratif terbagi dalam lima wilayah kecamatan serta enam puluh kelurahan. Lima kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Bitung Utara (136,40 km2 ) meliputi 12 kelurahan, Kecamatan Bitung Tengah (24 km2 ) meliputi 10 kelurahan, Kecamatan Bitung Barat (33,62 km2) meliputi 10 kelurahan, Kecamatan Bitung Timur (59,08 km2) terdiri dari 13 kelurahan dan Kecamatan Bitung Selatan yang terdapat di Pulau Lembeh (50.90 km2) meliputi 15 kelurahan  sekarang dibagi menjadi dua kecamatan yaitu bitung selatan dan utara .

Saya  tidak akan membahas banyak tentang kota bitung yang sudah mendapat Adipura dua kali karena kebersihan dan kerapiannya ,penulis mempunyai kenangan khusus dengan pulau lembe saat menjadi pejabat sementara kapolsek Bitung selatan menggantikan sementara kapolsek yang sedang melaksanakan sekolah  pada bulan september sampai bulan desember 2004 .Saat itu  kondisi keamanan  adalah siaga 1 karena  dalam situasi  pemilihan presiden 2004 tahap ke dua antara SBY dan bu Mega.

Transportasi ke Pulau lembeh harus menggunakan kapal kecil dari pelabuhan kecil winenet dengan lama tempuh sekitar 30 menit .Sebagai seorang kapolsek adalah pengalaman pertama saat itu karena jabatan saya waktu itu  adalah Kanit Reskrim  tetapi karena printah Kapolres Bitung waktu itu AKBP Drs  A.P Simanjuntak yang menunjuk penulis sebagai pejabat sementara kapolsek bitung selatan (pulau lembeh) sebagai seorang bhayangkara harus selalu siap dalam menjalankan tugas kapan saja ,dimana saja.Kecamatan Bitung Selatan yang terdapat di Pulau Lembeh (50.90 km2) meliputi 15 kelurahan sangat luas sedangkan anggota polsek hanya 14 orang dengan budaya masyarakat yang umumnya bekerja sebagai nelayan ,sebagian besar berasal dari suku sangihe .Pertama kali yang saya lakukan adalah bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh adat untuk memperkenalkan diri supaya cepat mengenal situasi kondisi wilayah pulau lembeh .Tingkat kriminalitas di pulau lembeh termasuk rendah karena dalam sebulan jumlah total laporan polisi yang dilaporkan masyarakat tiga atau empat laporan ,Jenis tindak pidana nya  adalah penganiayaan karena mabuk dan pemerkosaan.Lokasi pulau lembeh  yang harus menggunakan kapal kecil sebutannya taksi setiap 1 jam sekali dengan daya muat 1o penumpang membuat saya melaksanakan apel kepada anggota pada jam 8 karena dari 14 anggota hanya dua orang yang tinggal di perumahan dinas polsek Lembeh selainnya tinggal di kota bitung.Pada saat kami melaksanakan apel banyak nelayan yang pulang dari laut dengan membawa ikan laut segar (mangael) .cumi-cumi .Masyarakat sangat dekat dengan kami karena mereka lewat dengan memberikan sapaan ada juga yang memberikan cumi-cumi atau ikan untuk makan kami bersama karena motto masyarakat sulawesi utara yaitu Torang samua bersaudara yang artinya semua kita adalah bersaudara  .Pelaksanaan pengamanan kotak PILPRES saat itu mempunyai kendala untuk distribusi nya karena jarak antara satu desa ke desa lainnya jauh .Sebagai seorang kapolsek saya menyewa kapal taksi saat itu   450.ooo rupiah   untuk mengantarkan kotak suara beserta anggotanya untuk pengamanan  ,biasanya untuk menyewa kapal taksi seharga 750.000 rupiah karena untuk pengamanan kami tidak dikenakan biaya sewa hanya membelikan bahan bakar solar.Saya berangkat jam 18.30 dari pelabuhan kecil depan polsek untuk memutari pulau lembeh membawa anggota serta kotak suara .15 desa diperlukan  sekitar 8 jam tergantung ombak  serta pasang surut di laut dan kecermatan supir kapal taksi karena karang yang banyak di tepi pantai pulau lembeh ada di salah satu desa yang kami tidak bisa bersandar harus turun di laut yang dangkal karena karangnya yang sangat banyak.Pada subuh hari jam 04.00 penulis kembali ke polsek bersama satu anggota .Seluruh anggota yang melaksanakan pengamanan tidur dikantor masing -masing desa.Pada malam hari ombak agak besar jadi kami lumayan takut juga karena di bagian lembeh utara adalah laut lepas langsung ke filipina kalau dihempas ombak kapal taksi kami bisa langsung hilang seperti kejadian kecelakaan kapal taksi  anggota DPR yang sedang berwisata ke pulau bunaken dua minggu lalu .Tetapi kami yakin karena kami sudah berdoa bersama-sama selanjutnya kami pasrahkan kepada lindungan Tuhan  dalam pelaksanaan tugas kami.

Setiap kami datang bersandar ke  pantai masing -masing kepala desa menyambut tetapi kami tidak bisa turun semuanya karena waktu yang terbatas .syukurlah pelaksanaan Pilpres dapat berjalan dengan baik.Mengelilingi pulau lembeh saya laksanakan kembali pada pengamanan Operasi Lilin 2004.Saya bersama anggota patroli dan mengantarkan anggota ke masing-masing desa untuk mengamankan umat kristen yang melaksanakan ibadah natal karena saat itu situsi maraknya pemboman oleh teroris .Jalur ke bitung adalah jalur yang rawan untuk digunakan teroris untuk mengantisipasinya kami mengamankan ibadah natal pada malam 24 desember 2004 .Waktu itu saya berangkat bersama anggota pada jam 17.00 ke 15 desa di pulau lembeh.Saya kembali ke polsek pada pukul 06.00 tanggal 25 desember jadi saya natalan di kapal taksi bersama anggota saya karena menjalankan tugas termasuk ibadah.Saat natal di laut hujan deras ombak lumayan tidak besar karena pengalaman nakhoda taksi kami selamat dan pelaksanaan tugas pengamanan malam natal bisa dilaksanakan secara baik.Pengalaman inilah yang  penulis bagi dengan taruna tingkat 3 yang akan lulus menjadi perwira pada bulan desember 2010 dalam hal  kesiapan mental untuk menjadi perwira POLRI yang siap ditugaskan dimana saja karena luas wilayah indonesia yang luas dan beragam .jangan bersiap untuk menjadi hanya polisi kota besar tetapi siap ditempatkan di kecamatan perbatasan indonesia seperti di sulawesi utara yaitu pulau miangas dan marore.Jangan menjadi polisi yang cengeng karena saat lulus dan ditempatkan dari 314 taruna semuanya  pasti ada yang akan dtempatkan ke pelosok -pelosok  pulau perbatasan Indonesia untuk bertugas melindungi ,melayani  dan mengayomi masyarakat .Mengapa Kaca depan sebuah mobil begitu besar dan kaca spion begitu kecil?Karena MASA LALU kita tidak sepenting MASA DEPAN kita .Lihatlah ke depan dan bergerak untuk maju

2 thoughts on “Kenangan indah bertugas di pulau Lembeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s