Hotel Prodeo ,latihan mengembangkan diri bagi residivis

Standar

Penjara di Indonesia dikenal dengan sebutan Lembaga Pemasyarakatan, yang merupakan Unit Pelayanan Teknis di bawah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Meskipun sebutan LP sudah lama disosialisasikan sebagai pengganti nama Penjara, namun sebagian masyarakat Indonesia masih lebih mengenal sebutan Penjara, untuk LP dan Rutan. Narapidana sebutan untuk orang terhukum penghuni penjara. Salah satu LP yang terkenal di Indonesia adalah Nusa Kambangan, yang lebih dikenal masyarakat sebagai tempat ‘pembuangan’.

Sebagai seorang bhayangkara yang mempunyai kewenangan untuk menahan orang di suatu tempat tertentu (Ruang tahanan)  di POlDA sampai dengan POLSEK dengan mengeluarkan SPP (surat perintah penahanan) Dari literatur Wikipedia bahasa Indonesia disebutkan, Hotel Prodeo adalah sebutan tempat di mana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Penjara umumnya adalah institusi yang diatur pemerintah dan merupakan bagian dari sistem pengadilan kriminal suatu negara, atau sebagai fasilitas untuk menahan tahanan .sehingga bisa membuat jera pelaku tindak pidana .Penjara atau hotel prodeo bagi semua orang adalah tempat yang menyeramkan karena tempat tidur yang keras hanya dialaskan tikar atau sarung dengan udara yang dingin,pengap karena sirkulasi udara yang tidak sehat ,dengan makanan ,minuman jatah pembagian dari lembaga yang menahannya .Toilet penjara hanya satu jadi kalo ingin mandi atau buang air besar  bergantian .Pendapat  penulis ini belum dilakukan penelitian hanya dari pengamatan saat bertugas ,ada beberapa tingkah laku tersangka yang baru pertama kali akan di tahan di hotel prodeo bertindak histeris sampai pura-pura sakit karena mengetahui akan ditahan contohnya pernah ada ibu ny x mau ditahan karena melakukan penipuan  ratusan juta rupiah di poltabes Manado  setelah hasil pemeriksaan terpenuhi unsur pidana nya dan ditanda tangani surat penahanan nya berusaha berontak dan berusaha telanjang supaya tidak ditahan tetapi karena bhayangkara mempunyai polwan sehingga tetap tersangka ny X dimasukan ke dalam hotel prodeo ada juga yang akting pura-pura sakit tetapi penyidik juga mempunyai dokter di Rumah sakit Bhayangkara untuk memastikan sakit beneran atau pura -pura nyakit .Dalam kesempatan ini penulis akan berbagi tentang pengalaman Hotel prodeo menjadi tempat pelatihan bagi residivist (tersangka yang berulang kali melakukan pidana yang sama ) khususnya bagi tersangka pencurian seperti :copet ,maling ,pelaku pembobolan bank  dengan tahanan pengedar narkoba .Karena di hotel prodeo mereka akan berbagi pengalaman /pengetahuan modus operandi juga cara mereka untuk melakukan tidak pidana  , di hotel prodeo menambah jaringan bagi sesama residivis sehingga saat mereka keluar dari LP mereka akan mengembangkan kemampuan mereka supaya tidak tertangkap lagi oleh bhayangkara .Dosen saya  Begawan hukum Prof Barda  Nawawi  memimpikan negara  Indonesia tanpa penjara seperti di luar negeri dalam rancangan KUHP yang  dirancangnya sehingga  tersangka atau narapidana diberikan sanksi sosial seperti melayani masyarakat adalah salah satu  solusi karena LP di indonesia sudah over capacity , ini baru wacana tetapi negara memang idealnya sudah harus mencari sistem peradilan yang baru yaitu dengan solusi tidak  harus selalu menahan seseorang narapidana menjalani hukumannya ,untuk  solusi jangka pendeknya memberikan keterampilan sehingga narapidana yang keluar dari hotel prodeo tidak mengulangi pidananya sehingga menjadi residivis .Sehingga Hotel prodeo bukan suatu tempat pelatihan atau akademi bagi residivis .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s