Ngeblog untuk berkaca terhadap diri sendiri.

Standar

Berani Menertawakan diri sendiri adalah awal menuju Bijaksana.( Dr Chrysnanda DL my inspiration )

kucing-berkacaKata mutiara di atas dari dosen juga senior saya di PTIK yang sekarang menjabat DIRLANTAS  Polda RIAU yang dikenal sebagai “penjaga gawang moral Polisi”sangat menginspirasi saya  ,Sebagai pemula (newbie) dalam ngeblog ada hikmah yang didapat oleh penulis yang baru bertugas (rookie istilah polisi baru di amerika)  selama 8 tahun sebagai Bhayangkara .Dari beberapa tulisan mengenai Bhayangkara ada komentar positif dan negatif mengenai Bhayangkara seperti tulisan “tips menghadapi tilang” ada komen mengenai Polisi yang menilang gara tutup pentil ,polisi nakal dan bnyak lagi  tindakan kesewenag-wenangan bhayangkara yang menyakiti hati masyarakat .Komentar yang ditulis adalah ungkapan kedongkolan dan ketidakpercayaan .Itulah cermin  dari perasaan  masyarakat melihat kinerja dan keberadaan Bhayangkara Indonesia ,ada yang menghargai karena Prestasinya dalam menumpas Terorisme seperti penembakan Gembong teroris Azhari ,lalu Berita beberapa  hari  terakhir ini di SukoHarjo ,Pengungkapan Narkoba ,tetapi ada yang selalu mengkritik dengan selalu dongkol karena penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Bhayangkara yang brengsek bahkan sering melanggar hukum seperti seorang polisi yang tidak menggunakan helm saat mengendarai motor ,atau ditilang di tempat seperti prit gocap  atau istilah populernya 86 (aman )oleh Polantas .

Ngeblog mengenai bhayangkara  banyak mendapat beberapa komentar kritik atau masukan dari pembacanya adalah refleksi atau renungan bagi penulis mengingat nasihat dari tokoh spritual Anthony de Mello dari India yang mengatakan ,”kita sejak kecil telah kecanduan pujian ,terhormat,terkenal ,diterima dan berbagai hal yang menyenangkan .saat kita mendapatkan berbagai pujian rasanya dunia milik kita ,atau saat kita diabaikan ,rasanya ingin memberontak dan sedih ,bahkan hampir tak dapat melakukan hal yang baik atau melihat kebaikan orang lain “,Baik dan buruk  dalam komentar kadang memang subyektif tergantung dari dari persepsinya melihat masalah tergantung dengan pengertian sesuai dengan pengetahuan dan keyakinannya ,Saat ini banyak orang  lebih mengedepankan asumsi bukan fakta itu yang menyebabkan saling menyalahkan dan saling tuding . Dalam ngeBlog bisa melatih seorang Bhayangkara untuk membaca dan menulis yang harus menjadi kebiasaan seorang  Bhayangkara sehingga ,dalam berkomunikasi ,membangun kemitraan,membangun kepercayaan masyarakat ,dapat memanfaatkan wawasan yang luas berkat membaca supaya tidak tertinggal dari perkembangan masyarakat jadinya ga nyambung ,bolot ,ngehang,tidak peka ,arogan .Salah satu cara melatih bhayangkara   supaya bisa peka dan berbagai masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat lewat Blog menanggapi tulisan dan komentar negatif  dari  orang  mengenai Polisi yang isinya ungkapan kedongkolan dan ketidakpercayaan ,karena itu  merupakan apresiasi yang membangun karena rasa cinta kepada Bhayangkara supaya mau belajar dari kesalahan ,mau mengakui kekurangan dan kelemahan supaya berani melakukan Perubahan dan perbaikan sehingga menjadi Bhayangkara yang cocok dan diterima serta mendapat dukungan kepercayaan  oleh masyarakat .

Menurut Romo Mangun Wijaya pada “pendidikan bergantung masa depan bangsa ” .AKPOL adalah lembaga pendidikan pembentukan Perwira Polisi yang akan melahirkan calon-calon Pimpinan Polri pada masa depan .Penulis  saat ini bertugas  sebagai pengasuh  Taruna Akpol yang  mengawal  Taruna hingga lulus sebagai seorang Wira Bhayangkara saat Prasetya Perwira di akhir pendidikannya ,selain dengan cara diskusi dan sharing menggunakan blog  saat pengasuhan untuk memberitahu tentang nilai-nilai dan norma ideal yang harus di anut dan dilaksanakan oleh Taruna AKPOL seperti tulisan mengenai Komitmen Moral Detektif Indonesia dan Belajar dari Hoegeng .Karena saat ini adalah eranya Informasi dan teknologi Pada kondisi seperti sekarang ini, belajar serta pengasuhan seharusnya bukan lagi merupakan suatu hal yang membosankan, seperti saat penulis menjadi taruna selalu menggunakan cara yang konvensional . Berkat perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat, pengasuhan juga  dapat disajikan dengan suara dan gambar yang dinamis, tidak membosankan, serta padat informasi seperti melalui Blog atau Website  yang menjadi forum diskusi /sharing mengenai  .AKPOL dilengkapi  dengan fasilitas wifi untuk kepentingan belajar Taruna tetapi waktu penggunaanya tetap diatur oleh para pengasuh supaya tetap disiplin .Harapannya taruna Akpol saat menjadi perwira melalui pendidikan kesadaran dapat lebih peka merubah perilaku ,citra dan kepercayaan dapat dibangun serta reformasi kultural dimulai sehingga bisa menjadi tuntunan bukan Tontonan salah satu caranya adalah dengan Pengasuhan melalui  ngeblog sehingga mampu  belajar berkomunikasi dan berdiskusi ( menerima berbagai masukan ,kritik dan saran ).

memang harapan tidak selalu sama dengan Kenyataan ,Namun setidaknya dengan adanya harapan ,kenyataan akan terwujud. Semoga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s