tips mencegah “Korban face book”!!

Standar

facebook

Saat menikmati  liburan di pagi hari  sambil membuka laptop dan meminum teh tawar panas ( supaya ga kena diabetes nanti) , inilah perbedaan saat penulis menjadi pengasuh yang memegang tanggung jawab sebagai pengasuh taruna  dibandingkan menjadi penyidik di polres sebagai kapolsek/kasat , di Akpol kalo taruna libur longweek end seperti sekarang libur Paskah selama 3 hari pengasuh juga ikut liburan juga .Sambil minum teh saya langsung nonton berita apa yang jadi topik di indonesia hari ini ternyata masih seputar gayus tambunan dan mutasi Perwira tinggi Polri karena diduga ada kaitan dengan aliran dana tersebut tapi mau menulis tentang Gayus yang  masih belum berakhir karena perkembangan peneriksaan masih berjalan .Ada topik berita yang menarik untuk saya tulis mengenai “korban face book” karena berita ada seorang anak yang dibawa  lari oleh  teman facebooknya  sampai orang tuanya melapor kepada pihak kepolisian .Informasi Teknologi memang tak perlu disalahkan, tetapi nyatanya banyak sudah yang salah dalam menggunakannya. Saya hanya  memberikan prediksi kemungkinan-kemungkinaan  baik dan buruk yang akan terjadi akibat facebook dan cara mencegahnya supaya tidak menjadi korbannya .Bagai sebuah pisau, Facebook sebagai medium pertemanan adalah netral. Di tangan mereka yang ingin menjalin komunikasi lebih luas, Facebook pun menjadi perpanjangan tangan manusia yang bermanfaat. Sementara di tangan pihak yang tak bertanggung jawab, Facebook justru makin mempermudah manusia untuk berbuat jahat.

Trio Mark Elliot Zuckerberg,  Dustin Moskovitz dan Chris Hughes yang menciptakan  ‘Facebook’ sehingga menjadi gaya hidup seluruh masyarakat dunia.Pencipta face book mungkin tak akan mengira dampak dari situs jejaring sosialnya akan banyak   banyak memakan korban, baik itu korban luka beret, lecet, luka ringan, sakit hati hingga korban jiwa ,juga bisa mempengaruhi asumsi publik untuk keadilan seperti kasus Prita dan penahanan bibit dan chandra sehingga membuat kebijakan “stakeholder ” menjadi lebih bijaksana ,Dalam tulisan ini penulis lebih fokus untuk mengingatkan kepada para orang tua lebih menjaga anaknya dalam penggunaan face book supaya  bisa mencegah bertambahnya “korban facebook “.contoh kasus seperti Nova  yang menjadi korban facebook. Nova adalah gadis belia berusia 14 tahun asal Sidoarjo. Melalui facebook Nova berkenalan dengan seorang pemuda bernama Ari di Tangerang, yang juga merupakan pemuda ingusan. Dan perkenalan itu tidak sampai disitu saja, mereka yang belum pernah bertemu sebelumnya seakan sudah buta gara cinta maya, sehingga orang tua mereka dan saudara mereka seolah sudah dianggap sebagai penjahat yang menghalangi niat mereka untuk menjalin asmara.Akhirnya setelah Nova bersama keluarga mengunjungi pernikahan saudaranya di Jati Ungu, Tangerang. Ternyata Nova dan Ari sudah sudah menentukan lokasi untuk bertemu usai acara pernikahan saudaranya. Nova dan Ari kabur. Selama 6 hari orang tua dan keluarga Nova kebingungan mencari keberadaan anaknya. Dengan bantuan polisi, akhirnya Nova dan Ari ditemukan polisi disebuah rumah makan.banyak lagi contoh “korban facebook”yang lain tapi saya hanya contohkan satu aja karena modus kejahatannya hampir sama dengan cerita diatas

Menurut Kepala Unit Cyber Crime Markas Besar Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Petrus Golosse,fenomena ini termasuk dalam kasus kehilangan anak. “Teknologi sebenarnya untuk kepentingan umat manusia,” ujar Polisi yang mendapat gelar Doktor Universitas indonesia di bidang Cybercrime yang selalu menjadi narasumber mengenai kejahatan yang berhubungan dengan Informasi teknologi itu,menurut Petrus, bukan kesalahan Mark Zuckerberg yang meluncurkan Facebook lima tahun lalu. Ini soal pengendalian diri penggunanya.

Lalu apa yang harus dilakukan agar Facebook tidak merugikan penggunanya? tiga komponen pengamanan yang bisa diterapkan masing-masing individu.

Pertama, dengan komponen teknis berupa penyediaan piranti lunak pengaman. Firewall misalnya. Perangkat lunak ini dapat diletakkan antara internet dan jaringan internal. Tujuan firewall yaitu untuk membantu pengguna internet membatasi akses keluar-masuk pihak yang tak diharapkan.

Kedua  komponen kontrol bisa dijalankan pemerintah dengan mengeluarkan regulasi. Salah satunya dengan penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sayang, penerapan UU ITE sendiri masih mengalami kendala karena isinya belum 100 persen bisa melindungi hak pengguna teknologi. Hingga kini UU ITE terus direvisi oleh pemerintah.

Terakhir adalah komponen nonteknis, yaitu pengendalian pengguna. Inilah yang paling menentukan. Termasuk di dalamnya peran orang tua mendampingi pengguna internet di bawah 18 tahun ketika mengakses Facebook atau situs jejaring sosial sejenisnya.Norma -norma dan pengendalian pengguna adalah cara yang paling efektif karena keluarga adalah perisai terkuat dan keluarga adalah pihak pertama yang akan menjadi korban bila tidak meperhatikan anaknya  dan memberikan aturan yang ketat dalam mengawasi dan mengendalikan pengguna (anaknya)dalam penggunaan facebook sehingga bertambah terus “korban facebook”.cara mengendalikan seperti komputer diletakan di ruang keluarga yang bisa diawasi oleh orang tua .Kalau pengguna menggunakan laptop sering-seringlah orang tua mengecek akun facebook dari anaknya dengan cara menjadi teman facebook anaknya jadi bisa mengetahui perkembangan dan komen-komen di akun anaknya.

Para pengajar di sekolah pun harus lebih tegas dalam menerapkan aturan bagi siswa yang makin terbuka terhadap teknologi. “Mendampingi anak itu perlu,” ujar Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Heru Nugroho. Ditambahkan Heru, orangtua yang masih belum memahami perkembangan teknologi mesti belajar menguasainya. Dengan demikian, anak bisa dapat ber-Facebook-an dengan aman dan sehat.

5 thoughts on “tips mencegah “Korban face book”!!

  1. tips yang paling ampuh agar kita terhindar dari kejahatan di Facebook,… yaitu…
    1, jangan memberikan nama yang asli
    2. jangan menampilkan alamat rumah yang asli
    3. jangan menampilkan nomor telepon
    4. jangan menampilkan alamat email…
    dan yang terakhir, di jamin ampuh. yaitu :
    5. Jangan ikut2an gabung di facebook.hehe🙂

    salam kenal. di tunggu kunjungan baliknya…
    http://aresaja.wordpress.com

  2. Eki Mufaqih

    Blog-nya keren komandan,kita bisa mbaca info wacana hukum dan kepolisian sekaligus ‘komunikasi’ dengan komandan. as you always note to us, communication is the important ane. we proud to be your guided cadet…..

  3. BST Dwi Arys Purwoko

    Facebook merupakan jejaring sosial yang saat ini sangat populer dan digemari semua orang, baik dari anak kecil, remaja, maupun orang tua. Hal tersebut menunjukkan setiap kalangan dapat bergabung dalam jejaring sosial tersebut tanpa adanya batasan umur. Dan bisa dikatakan facebook merupakan media untuk berkomunikasi dengan siapa pun, tidak hanya itu kita juga dapat mendapatkan informasi dan wawasan yang sekiranya belum tentu kita dapatkan dari media lainnya. Dampak negatif yang timbul dari facebook pun ada, dan hal itu sangat wajar karena berhubungan dengan setiap orang dimanapun, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan memanfaatkan media tersebut ke hal-hal yang positif. Sehingga dampak negatif dari jejaring sosial tersebut dapat kita hindari yang dapat merugikan diri kita sendiri nantinya. Dalam penggunaan facebook seyogyanya tetap mengikuti norma-norma dan kaidah-kaidah yang ada dalam masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain atas pernyataan-pernyataan yang kita tampilkan dalam facebook. Dengan begitu kita dapat memanfaatkan facebook dengan baik tanpa adanya komplain dari pihak lain akan berguna bagi orang lain dan ada feedback yang dapat berguna bagi diri kita sendiri.
    BTW tulisan-tulisan Bapak Dwiasi “”SETYLE SETAEK””….

  4. Tahir Muhiddin

    Selamat malam pak,mohon ijin mengomentari tulisan yang ada di blog Bapak,saya sangat setuju dengan pendapat Bapak mengenai facebook,mohon ijin saya pun berpendapat bahwa facebook memiliki sisi negatif dan sisi positifnya juga,tergantung dari peruntukkan orang yang menggunakannya,jika digunakan dengan jalan yang benar maka facebook dapat menjadi media komunikasi bagi kita semua dimana dan kapanpun kita berada,namun apabila digunakan untuk jalan yang salah maka dapat membawa masalah baik bagi orang pribadi ataupun suatu organisasi sebagai contoh mengirim sms yang tidak sewajarnya kepada seseorang yang telah berkeluarga yang akhirnya dapat menjadikan masalah dalam keluarga tersebut. Saya pun berharap semoga apa yang Bapak tulis dapat terbaca oleh orang lain dan dapat membuka pikiran serta memberikan masukan yang positif bagi pembacanya dan mudah2an facebook tidak digunakan untuk berbuat hal-hal yang tidak wajar. Mohon ijin mungkin hanya ini yang bisa saya komentari untuk saat ini pak. Sebagai kata penutup saya hanya ingin mengucapkan selamat weekend pak,Terima kasih.

  5. mohon izin komandan mungkin sedikit menambahkan,
    bagi para user juga diharapkan jgn terlalu mudah untuk dirayu atau pun mudah untuk di janjikan dengan janji-janji paslu yg akan menjerumuskan yaitu harus mengenal pasti siapa org yg kita ajak berkomunikasi atau yg akan kita ajak berhubungan ke arah yg lebih serius.
    setidaknya diperlukan pengetahuan atau kesadaran dari calon korban tentang hal-hal yg dap mnjerumuskan dirinya dari org2 yg tidak bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s