Penilaian kerja pengasuh AKPOL

Standar
dies natalis PTIK LII 2009

dies natalis PTIK LII 2009

Satuan kerja dapat dilihat dari dua hal;produk dan pemimpinnya .Ada satuan kerja yang produknya sukses ,tetapi dikelola pemimpin yang buruk .suksesnya tidak lama .Tetapi satuan kerja yang dikelola orang yang tepat ,produknya akan sukses dan lama

Dengan adanya paradigma baru mengenai penilaian kerja pengasuh Taruna AKPOL secara kuantitatif yang dinamakan Pengasuhan Berbasis Kinerja”diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai diskripsi pekerjaan yang harus dilakukan oleh pengasuh yaitu Patunton ,Patunkie sampai kepala Detasemen dalam lingkungan kerja Korps taruna siswa AKPOL, dan dapat merumuskan tugas individual personel secara rinci, ini bertujuan untuk meminimalisir kerumitan dan ketidakpastian dalam hal pengukuran/pemberian nilai kinerja. Dengan penggunaan batas-batas angka yang secara jelas menggambarkan batas-batas dari sebuah pelaksanaan tugas diharapkan penilaian dapat memberikan penilaian secara lebih obyektif dan tepat, untuk keperluan kemajuan organisasi maupun perkembangan karir dari personel Polri tersebut.

Ukuran kinerja tentu berbagai bentuk pelayanan kepada taruna . Semuanya harus terukur secara kuantitatif dan dimengerti oleh berbagai pihak yang terkait, sehingga nanti pada saat evaluasi kita bisa mengetahui, apakah kinerja sudah mencapai target atau belum. Michael Porter, seorang profesor dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa kita tidak bisa memanajemeni sesuatu yang tidak dapat kita ukur. Jadi, ukuran kuantitatif itu penting. Organisasi yang tidak memiliki indikator kinerja, biasanya tidak bisa diharapkan mampu mencapai kinerja yang memuaskan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).

Di dalam penilaianKinerja secara kuantitatif Terdapat suatu mekanisme performance appraisal atau penilaian kinerja yang relatif obyektif, yaitu dengan melibatkan berbagai pihak. Konsep yang sangat terkenal adalah penilaian 360 derajat, di mana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan, rekan sekerja, pengguna jasa, serta bawahan. Pada prinsipnya manusia itu berpikir secara subyektif, tetapi berpikir bersama mampu mengubah sikap subyektif itu menjadi sangat mendekati obyektif. Dengan demikian, ternyata berpikir bersama jauh lebih obyektif daripada berpikir sendiri-sendiri. Ini adalah semangat yang ingin dibawa oleh konsep penilaian 360 derajat. Walaupun banyak kritik yang diberikan terhadap konsep ini, tetapi cukup banyak yang menggunakannya di berbagai organisasi.Pola kerja yang lama yang telah melekat atau membudaya akan dirubah menjadi pola kerja baru dalam meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas keinerja pengasuh AKPOL.maka kegiatan pengasuhan dapt dinalisis ,dievaluasi dan dinilai yang outputnya merupakan hasil akhir yang dapat menjadi pedoman bagi pemberian reward and punishment.Jadi pengasuhan AKPOl harus memiliki standard yang mengacu kepada “Merit system”.Penilaian ini akan menghasilkan 3 kategori yaitu bad ,fair dan good .Tolak ukur kinerja /standard  performance seorang pengasuh dapat mempunyai target seperti dalam satu minggu minimal melakukan delapan kegiatan pokok pengasuhan yang isinya sebanyak 15 blangko perminggu dan dalam satu bulan akan direkap menjadi 60 blangko dengan pembuktian supaya akuntabel .Dari pengukuran kinerja ini diharapkan pengasuh dapat bekerja secara terencana dengan target kinerja yang jelas .Semoga pelaksanaan dari sistem pengasuhan berbasis kinerja dapat berjalan dan pengasuh dapat menyesuaikan ,pola ini juga akan menjadi bukti kinerja pengasuh bila pimpinan menilai pengasuh secara tidak subyektif  dalam bekerja mengasuh tarunanya .sehingga sistem dapen polri  yang sudah lama dapat diganti dengan pengukuran penilaian kinerja secara kuantitatif.

Harapan adalah impian yang terbangun .GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s